‎Irfan Hakim dan Kalapas Ma’ruf Prasetyo: Mengajarkan Kasih Sayang Lewat LASKAR Farm, Bukan Sekadar Kandang dan Ternak

admin
20 Jul 2026 10:18
3 menit membaca

KARAWANG | SCDNEWS.ID – Ada pelajaran hidup yang tak pernah tersaji di balik meja kelas. Ia tumbuh dari tanah yang digarap, dari hewan yang diberi makan setiap pagi, dan dari ketulusan merawat kehidupan lain. Nilai-nilai itulah yang terasa begitu dekat saat Irfan Hakim—artis, presenter, sekaligus pegiat peternakan Indonesia—melangkahkan kaki ke LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Karawang, pada Minggu (19/07/2026).

‎Bersama Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, Irfan menyusuri setiap sudut kawasan pembinaan yang dulunya hanya lahan biasa. Kini, tempat itu telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang sarat makna. Beragam program pembinaan kemandirian terbentang di hadapannya: perkebunan, pertanian, perikanan, hingga peternakan—semuanya dirancang bukan sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian.

‎Perhatian Irfan khususnya tertambat pada sektor peternakan. Dengan saksama ia mengamati budidaya Ayam KUB, Domba Dorper dan Texel, penggemukan sapi, hingga proses penetasan telur. Baginya, setiap kandang yang dijaga dan setiap hewan yang dirawat oleh warga binaan menyimpan pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar hasil produksi.

‎”Merawat hewan mengajarkan kesabaran. Memberi makan setiap hari menumbuhkan tanggung jawab. Menjaga kehidupan lain menanamkan empati,” ujar Irfan di sela kunjungannya.

‎Nilai-nilai sederhana itulah yang diam-diam membentuk ulang karakter warga binaan Lapas Karawang. Dan di balik program itu, ada tangan dingin Ma’ruf Prasetyo yang terus menggerakkan roda pembinaan dengan visi yang jelas.

‎Di sela kunjungan, Kalapas Karawang itu menegaskan bahwa LASKAR Farm dibangun sebagai ruang rehabilitasi karakter, bukan sekadar tempat bekerja. “Kami percaya pembinaan yang baik tak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga membentuk pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang. Saat seseorang belajar merawat kehidupan, ia sedang belajar menghargai kehidupan itu sendiri,” ujar Ma’ruf Prasetyo dengan penuh keyakinan.

‎Sepanjang kunjungan, suasana terasa hangat dan akrab. Irfan tak segan berdialog dengan petugas dan warga binaan, berbagi cerita dan pengalaman seputar dunia peternakan, serta menyemangati mereka untuk terus mengasah kemampuan. Kehadiran artis sekaligus praktisi peternakan ini menjadi suntikan motivasi bagi warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

‎Kolaborasi antara Irfan Hakim dan Ma’ruf Prasetyo di LASKAR Farm menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari hal-hal kecil. Dari kepedulian terhadap makhluk hidup yang dirawat setiap hari, dari tangan-tangan yang bekerja dengan tulus, dan dari hati yang belajar untuk menyayangi.

‎Dari LASKAR Farm, sebuah pesan sederhana menggema: ketika seseorang mampu menyayangi sesama makhluk hidup, di situlah empati bersemi, tanggung jawab terbentuk, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik mulai menemukan jalannya.(Wid)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *