Belajar Langsung dari Balik Tembok, 75 Mahasiswa UBP Karawang Telusuri Sistem Peradilan dan Pembinaan di Lapas Kelas IIA Karawang

admin
24 Jun 2026 23:03
3 menit membaca

Karawang, Scdnews.id – Sebanyak 75 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar kegiatan outing class di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Selasa (24/6). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada para calon praktisi hukum mengenai proses pelaksanaan pidana serta mekanisme pembinaan yang diterapkan terhadap warga binaan pemasyarakatan.

Kunjungan tersebut menjadi jendela baru bagi mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung realitas kehidupan warga binaan selama menjalani masa pidana. Tidak hanya berhenti pada pemaparan teoritis di ruang kelas, para peserta juga diajak menelusuri berbagai fasilitas dan menyaksikan secara dekat program-program pembinaan yang menjadi tulang punggung sistem pemasyarakatan di Lapas Karawang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi oleh Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik, Jatmiko, yang menjelaskan secara komprehensif tugas dan fungsi pemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Dalam pemaparannya, Jatmiko menguraikan secara rinci program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang dirancang untuk memulihkan mental serta meningkatkan kapasitas warga binaan. Sesi ini memberikan pemahaman mendasar bahwa sistem pemasyarakatan bekerja tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi sosial.

Memasuki area inti lapas, para mahasiswa diajak meninjau blok hunian guna mengamati secara langsung kondisi kehidupan warga binaan sehari-hari. Pengalaman imersif ini secara signifikan menggeser persepsi mahasiswa yang sebelumnya menganggap masa pidana hanya diisi dengan rutinitas pasif seperti makan, tidur, dan menjalani hukuman belaka. Nyatanya, mereka mendapati realitas yang berbeda setelah menyaksikan sendiri bagaimana warga binaan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan yang terstruktur dan produktif.

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan tersebut adalah kunjungan ke Sarana Asimilasi Edukasi Laskar Farm, yang merupakan pusat pembinaan kemandirian unggulan di Lapas Karawang. Di lokasi ini, mahasiswa melihat langsung aktivitas warga binaan dalam program Ketahanan Pangan, yang merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Berbagai sektor dikelola di sana, mulai dari peternakan domba, sapi, dan ayam petelur, hingga budidaya perikanan dan pertanian. Program ini menjadi bukti konklusif bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga pemberdayaan keterampilan vokasional yang dapat menjadi bekal ekonomi saat warga binaan kembali ke pangkuan masyarakat.

Kepala Lapas Karawang, Ma’ruf, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan outing class ini merupakan wujud nyata keterbukaan institusi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai hakikat sistem pemasyarakatan. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan wadah pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Ma’ruf.

Ia menambahkan, “Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan gambaran nyata tentang proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas serta menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi pemasyarakatan.” Harapannya, pengalaman ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa sebagai agen perubahan hukum di masa depan, yang tidak hanya paham aturan, tetapi juga memiliki empati terhadap proses pemulihan sosial di masyarakat.($@n)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *