Edu Trip Lapas Karawang: Tanamkan Cinta Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Siswa SD Sejak Dini

admin
2 Jul 2026 20:05
PERISTIWA 0 8
3 menit membaca

KARAWANG | SCDNEWS.ID  — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang kembali menunjukkan peran aktifnya dalam edukasi masyarakat melalui program Edu Trip yang digelar di LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (2/7). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi SD Islam Terpadu LAMPU IMAN Karawang ini dirancang sebagai pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan pengenalan pertanian, peternakan, perikanan, serta penanaman kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan nasional sejak usia dini.

Rombongan tiba di lokasi tepat pukul 08.30 WIB, setelah proses penjemputan dari sekolah yang dimulai satu jam sebelumnya. Kedatangan para peserta disambut hangat oleh jajaran petugas Lapas Karawang, yang langsung memperkenalkan konsep SAE sebagai pusat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus laboratorium ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Sesi pembelajaran dibuka dengan praktik pertanian di area persawahan. Anak-anak diajak turun langsung ke lahan untuk melakukan penyiraman dan penanaman padi. Dengan penuh antusiasme, mereka mempelajari tahapan awal budidaya padi serta memahami bahwa setiap butir nasi yang mereka konsumsi sehari-hari melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan kerja keras para petani.

Memasuki sektor peternakan, para siswa diajak mengunjungi kandang ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan). Di sana, mereka mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai siklus pemeliharaan ayam, mulai dari pemberian pakan hingga proses produksi telur. Tak sekadar mendengar teori, anak-anak diberi kesempatan untuk memberi pakan secara langsung dan memanen telur hasil produksi. Kunjungan ke rumah DOC (Day Old Chick) pun menambah wawasan mereka tentang teknologi penetasan telur modern menggunakan mesin inkubator.

Perjalanan edukasi berlanjut ke kandang sapi dan domba Dorper. Di lokasi ini, para siswa belajar cara merawat anakan domba, termasuk pemberian pakan dan susu. Interaksi langsung dengan hewan ternak menjadi pengalaman yang paling membekas, karena mereka dapat menyentuh dan memberi makan sendiri, sembari memahami pentingnya perawatan ternak sejak masa pertumbuhan.

Tak kalah seru, di sektor perikanan, anak-anak mendapat edukasi mengenai budidaya ikan di kolam tanah dan diajak mempraktikkan pemberian pakan. Kegiatan memancing yang digelar di lokasi yang sama menyulut kegembiraan tersendiri, sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar peserta.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian praktik lapangan, acara dilanjutkan dengan coffee break dan lomba mewarnai yang mengangkat tema pertanian, peternakan, dan lingkungan. Pada sesi penutup, para siswa menerima materi penguatan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, mencintai sektor pertanian, serta peran strategis ketahanan pangan bagi masa depan bangsa. Mereka juga diperkenalkan dengan beragam produk hasil pembinaan warga binaan, seperti kopi dan roti yang diproduksi secara mandiri di lingkungan Lapas Karawang.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menegaskan bahwa Edu Trip ini merupakan wujud nyata komitmen institusinya dalam membuka akses edukasi masyarakat melalui program ketahanan pangan yang dikelola di LASKAR Farm.

“Melalui Edu Trip ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak-anak tidak hanya melihat langsung proses pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan. Di sisi lain, masyarakat dapat melihat bahwa pembinaan di Lapas mampu menghasilkan kegiatan yang produktif dan bermanfaat luas,” ujar Ma’ruf.

Kegiatan ini semakin mengukuhkan posisi Lapas Kelas IIA Karawang sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pendidikan generasi muda. Sinergi antara program pembinaan, ketahanan pangan, dan edukasi masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang peduli lingkungan, menghargai proses produksi pangan, dan memiliki semangat kuat untuk mendukung kemandirian pangan Indonesia.(WID)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *