‎Festival BTQ ke-5 Pasuruan Diikuti 432 Siswa SD, Wabup Ajak Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an di Era Gadget

admin
16 Sep 2026 19:31
3 menit membaca

PASURUAN | SCDNEWS.ID – Semangat mencintai Al-Qur’an sejak dini kembali digelorakan. Sebanyak 432 siswa sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Pasuruan ambil bagian dalam Festival Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) ke-5 yang digelar di SDN Martopuro 1, Kecamatan Purwosari, Rabu, 16 September 2026. Ajang bergengsi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.

‎Pembukaan festival berlangsung khidmat dan meriah. Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori secara resmi membuka kegiatan tersebut, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astutik serta Ketua Panitia Festival BTQ Bahrur Roji.

‎Ketua Panitia Festival BTQ Bahrur Roji menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar arena adu kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan karakter dan spiritual peserta didik.

‎”Festival BTQ ini adalah investasi akhlak. Anak-anak kita harus hebat secara akademik, tapi juga kuat secara akhlak,” tegas Bahrur.

‎Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Festival BTQ telah memasuki tahun kelima, dengan peserta yang berasal dari sekolah dasar negeri dan swasta di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan. Antusiasme yang tinggi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa tradisi literasi Al-Qur’an semakin mengakar di lingkungan pendidikan dasar.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astutik menyampaikan apresiasinya atas partisipasi peserta tahun ini. Menurutnya, tingginya animo peserta menjadi cerminan nyata perhatian sekolah dan orang tua terhadap pendidikan Al-Qur’an.

‎”Ini membuktikan bahwa orang tua dan sekolah sangat peduli pada pendidikan Al-Qur’an. Ini adalah sinergi yang indah antara sekolah, keluarga, dan pemerintah,” ujarnya dengan penuh bangga.

‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah derasnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak-anak.

‎”Di tengah gempuran gadget dan tantangan zaman, kita harus memastikan anak-anak kita tetap dekat dengan Al-Qur’an,” kata Shobih.

‎Ia menekankan bahwa kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar harus dibarengi dengan penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi pedoman hidup yang harus diinternalisasi sejak dini.

‎Shobih juga berpesan agar para peserta tidak memandang festival ini semata-mata sebagai ajang mengejar prestasi. Ia mengingatkan bahwa esensi dari pembelajaran Al-Qur’an adalah membangun hubungan spiritual yang kokoh dengan Sang Pencipta.

‎”Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sehari-hari, bukan hanya saat lomba. Hormati guru dan orang tua karena doa mereka adalah kunci keberhasilan kalian semua,” pesannya.

‎Festival BTQ ke-5 ini diharapkan tidak hanya melahirkan siswa berprestasi dalam bidang baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga menjadi katalis dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik di Kabupaten Pasuruan. Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, pendidikan Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh dan menjadi fondasi moral bagi generasi muda Pasuruan menghadapi tantangan zaman. (Wid*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *