
PASURUAN | SCDNEWS.ID – Asap hitam pekat masih membubung tinggi dari sabana yang hangus. Lidah api terus menjilat hamparan hijau yang kini berubah menjadi lautan abu. Di tengah kepanikan dan perjuangan tanpa henti melawan si jago merah yang melahap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), setitik harapan datang dari arah barat.
PT Tirta Investama Pasuruan—yang akrab disapa AQUA Pasuruan—tak tinggal diam. Di saat ratusan hektare padang sabana ludes terbakar, di saat para petugas kehabisan napas dan relawan hampir tumbang di medan terjal, perusahaan air minum kemasan itu justru melesat masuk. Bukan untuk berdagang, melainkan untuk berbagi. Bantuan logistik pun dikirim deras ke garis depan.
Kebakaran yang telah menggila selama beberapa hari terakhir itu bukan sekadar bencana alam. Ini adalah pukulan telak bagi ekosistem, pukulan bagi pariwisata Jawa Timur, dan ancaman nyata bagi keseimbangan hidup ribuan makhluk di kawasan konservasi. Namun, di balik kegelapan asap, sinar solidaritas mulai menyala.
AQUA Pasuruan bergerak cepat—secepat kepulan asap yang merambat. Bantuan operasional disalurkan ke Balai Besar TNBTS, BPBD, BNPB, hingga barisan TNI/Polri dan relawan yang bergelut dengan panas, debu, dan kelelahan. Mereka bertempur siang-malam tanpa kenal lelah di medan yang bahkan sulit dijangkau akal sehat.
Asep Mawan Ruswandi, Plant Director AQUA Pasuruan, berbicara dengan suara lirih namun penuh tekad. Matanya menerawang jauh ke arah gunung yang masih mengepul.
“Kami turut prihatin atas kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujarnya, Rabu (12/08/2026). “Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mendukung para petugas dan relawan yang bekerja keras di lapangan serta menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam untuk generasi mendatang.”
AQUA Pasuruan tak sekadar datang memberi. Mereka paham betul bahwa TNBTS bukanlah sekadar destinasi instagramable semata. Kawasan ini adalah nadi kehidupan—ekosistem yang menyangga ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Jawa Timur. Karena itu, komitmen mereka tidak berhenti di titik ini. Rehabilitasi kawasan, edukasi pencegahan karhutla, hingga program keberlanjutan jangka panjang sudah di atas meja.
Di tengah kepungan asap, apresiasi meluncur deras dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi. Dengan napas tersengal dan rompi kuning masih melekat di tubuhnya, ia menyampaikan rasa hormat yang dalam.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, khususnya AQUA Pasuruan, dalam penanganan bencana kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Sinergi, dedikasi, dan respons cepat yang diberikan menjadi kunci dalam upaya pengendalian serta mitigasi dampak kebakaran. Semoga semangat kebersamaan ini terus menjadi kekuatan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. Terima kasih atas komitmen dan kontribusi yang luar biasa,” tuturnya dengan suara bergetar haru.
Ke depan, AQUA Pasuruan menyatakan siap menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah, pengelola kawasan konservasi, komunitas, dan masyarakat dalam berbagai program pelestarian lingkungan. Langkah ini mempertegas komitmen keberlanjutan perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologis.
Hingga detik-detik terakhir berita ini ditulis, tim gabungan masih terus bertahan. Mereka masih menyemprotkan air ke bibir-bibir api yang enggan padam. Titik-titik api terus dipantau. Namun, satu hal yang pasti: di saat bumi Bromo menangis, tangan-tangan peduli masih terus bergerak.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api baru di kawasan TNBTS serta mendukung penuh upaya pemulihan yang sedang berjalan. Karena hari ini, kita semua adalah pemadam. Kita semua adalah Bromo.(Wid)
Tidak ada komentar